Selamat malam Bapa, apa khabar Bapa hari ini?
Aku mau mengucapkan terimakasih yg sangat banyak untuk perlindungan Bapa sepanjang hari ini.
Terimakasih untuk mengabulkan doaku mengenai ketakutanku mengendarai mobil ketempat interview. Hari ini aku mengendari mobil dengan lancar, mulus tanpa halangan satu halpun. Aku juga dapat parkir yg bagus.
Cuman dari pembicaraan aku dengan recruiter tadi siang, dia tidak menjamin kalau aku akan diinterview. Hatiku sedikit sedih sih, karna kemarin kami menghabiskan $200 untuk beli business suit.
Bapa, kadang ketika aku melihat orang-orang pergi bekerja, hatiku sedih. Aku ingin bekerja kembali ya Bapa. AKu rindu mendapat gaji setiap bulan. Aku ingin sekali berkerja Bapa. ingin sekali. Aku ingin kami bisa beli rumah, aku ingin dapat membantu ibu dan papa. Aku ingin mengirimkan mereka $5000 yg mereka inginkan. Kadang aku merasa putus asa. AKu sedih.
Aku sadar bahwa tanpa bantuan Bapa, mustahil aku akan mendapatkan pekerjaan. Hanya Bapa yg mampu memebrikan aku kesempatan. Hanya Bapa yang mampu membukakan pintu bagi ku.
Kasihanilah aku Bapa, kasihanilah aku. Berikan aku kesempatan. tapi biarlah kesempatan itu sesuai dengan kehendakMu. Aku sedih Bapa. Sedih aja. Aku ingin sekali membahagiakan pa dan ibu. Aku ingin sekali mereka bangga kepadaku. Aku ingin sekali dapat membantu mereka lebih dari apa yg aku berikan saat ini.
Bapa, kirannya, bukankanlah pintu itu bagi ku. Bimbinglah aku ya Bapa, dan tuntunlah aku kepada pekerjaan yg Bapa kehendaki aku harus lakukan. Aku ingin bekerja ya Bapa. Aku sedih Bapa, sedih…Titik dan Yulie sudah bekerja tapi aku masih nganggur dan tinggal dirumah saja seharian. aku merasa nothing ya Bapa. Jika aku bekerja kami dapat income lebih. Mungkin kami bisa beli rumah suatu hari.
Bapa, aku percaya bahwa Bapa medengarkan segala doa-doaku dari atas sana. Berikanlah kiranya aku ketabahan dan kesabaran untuk menunggu waktu Bapa. Bapa tidak perah terlambat dan tidak pernah terlalu cepat. Bapa selalu ONTIME. Bapa hanya ajarlah aku untuk sabar, sabar and wait patient for YOU.
Salam sayang dari anakmu
Aku-
Selamat pagi Bapa
Apa khabar Bapa hari ini?
Bapa, hari Senin aku ada interview dengan recruiter. Aku sendiri belum tahu interview untuk posisi apa tepatnya. Yang aku tahu recruiter itu adalah direct recruiter dan posisi itu adalah untuk Fidelity Bank di Sandy Spring dan Marietta.
Bapa, kemarin aku berpikir jika aku bisa bekerja si Fidelity Bank di Sandy Spring, tepatnya di pojok dekat Target, wah!! aku gag tahu mo bilang apa. Wah!! hanya itu yg dapat aku katakan. Terus terang aku ingiiiiiiiiiiiin sekali bekerja di perusahaan yg bagus dan dekat sekali dengan rumah. Bapa kan tahu aku orangnya penakut. Aku takut mengemudi jauh jauh.
Bapa seandainya aku dapat bekerja disana………… aku gag akan bisa membayangkan. Hanya kemurahan Bapa saja yg akan bisa megabulkan permohonanku. Mukzizat dari Bapa.
Sepanjang hari ini aku terus berpikir mengenai interview itu. Kendalaku yg terbesar adalah Bahasa Inggrisku. Bahasa Inggrisku sangatlah belepotan. Aku takut aku tidak bisa menjawab pertanyaan karna masalah bahasa. Bapa, kadang aku merasa minder sendiri dan tidak percaya diri. Kadang aku malu karna aku tidak bisa berbahasa Inggris dengan lancar. Aku sedih Bapa.
Hanya satu hal yg menguatkanku dan memberiku pengharapan bahwa jika Bapa membukakan pintu maka tak seorangpun akan dapat menutupnya. Entah itu karna bahasa, kemampuan dsb. Bapa akan memampukan segala sesuatu agar kehendak Bapa terlaksana.
Seprti Bapa memberikan kemampuan kepada Moses untuk berbicara dan menuntun bangsa Israel. Dia yang tidak mempunyai kemampuan apapun, dia tidak pandai berbicara, tapi Bapa menggunakan dia untuk sesuatu yg luar biasa besar.
Kehidupan bagiku adalah sebuah misi. Aku hanya bersandar kepada Bapa dan menunggu kapan Bapa menyuruhku pergi untuk sebuah/ another mission. Selesai misi yg satu datang misi yg lain.
Bapa, aku memohon dengan sangat kepada Bapa, dari dalam hati yg paling dalam, dari tempat yg terendah, kiranya Bapa menuntun aku dalam interview yg akan aku lakukan minggu depan.
Berikanlah kata-kata yg tepat dalam mulutku ya Bapa. Berikan aku kemampuan untuk menjawab semua pertanyaan yg diajukan kepadaku. Biarkan kepercayaan diri terpancar dari wajah, batin, jiwa dan tubuhku.
Janganlah biarkan aku takut dan taruhlah kepercayaan itu dalam hatiku bahwa hanya Bapa yg berkuasa untuk segala sesuatu. Hanya Bapa yg berkuasa untuk memutuskan segala sesuatu, tidak manusia, a manajer or recruiter. Mereka hanya alat. Keputusan terakhir adalah dari Bapa, Allah yg besar dan berkuasa, di langit dan di bumi. Bapa yg menciptakan segala sesuatu dari ujung ke ujung. Hanya BAPA saja.
Tanamkanlah pikiran itu dalam hati dan pikiranku, sehingga aku tidak merasa rendah diri, takut dan tidak percaya diri dalam menghadapi interviewer. Janganlah biarkan mereka merendahkan aku ya Bapa. Berikan aku kebijaksanaan, cahaya yang terpancar diwajahku. Dan tidak ada seorangpun yang dapat menghina aku jika BAPA bersamaku. Segala sesuatu dapat kulakukan bersama Bapa yg diam didalam aku. Jika Bapa memanggil tak satupun yg tidak datang. Angin dan guntur takut akan hardikan Bapa. karna begtu besar dan mulianya Bapa.
Aku hanya memberikan segala harapan dan doaku hanya bagi Bapa. Segala keputusan ada ditangan Bapa. Dan Bapa menyayangi aku.
Aku sangat mencintai Bapa- salam dari puterimu-
aku
Bapa, aku agak sedikit pusing karna aku mentransfer semua uang yg ada di checking account kami ke money market. Aku lupa bahwa aku harus bayar bill yg lumayan banyak bulan ini. Sekitar $2900. Aku sedang berpikir bagaimana caranya aku bisa membayar bill itu tanpa harus mengambil kembali uang yg aku transfer Bapa.
Bapa, kiranya ada jalan ya Bapa supaya aku bisa bayar bill tanpa harus mentransfer kembali uang itu. Tolonglah aku ya Bapa. Aku hanya ingin menabung sedikit demi sedikit. Meskipun dana yg tertabung tidak sesuai dengan rencanku tahun lalu. Ternyata pengeluaran kami kadang lebig banyak. Ada saja yg harus dibeli, makanya aku agak sedih jika harus mengambil kembali uang itu. Belum lagi ayah dan ibu yg butuh duit. Ahhh aku pusing sekali ya Bapa. Mereka katanya udah 3 tahun gag beli baju. Kadang aku ingin sekali membantu lebih tapi apa daya tanganku gag sampai.
Aku sedih, bingung, psuing tujuh keliling. Kiranya Bapa dapat membantu memberikan jalan keluar supaya aku bisa stick kepada rencana semula ya Bapa. Aku hanya menaruh kepercayaanku kepada Bapa, yg berkuasa untuk mengatur segala sesuatu diatas bumi.
Salam sayang anakmu
Selamat siang Bapa,
Hari ini hatiku sedih sekali Bapa. Aku merasa tertekan akhir-akhir ini. Aku merasa hidupku tidak berarti. Aku merasa tidak berguna sama sekali. Seperti Bapa tahu bahwa aku tinggal dirumah sudah hampir 3 tahun ini. Aku sendiri bingung apakah aku harus bekerja diluar atau bekerja dirumah untuk bisnis kami. Setiap kali aku menelpon ke rumah, aku merasa tertekan jika orangtuaku bertanya apa yg aku lakukan dirumah. Kadang aku ingin seperti orang -orang bekerja diluar. Tapi disisi lain kami punya bisnis dirumah yg harus ada seseorang yg mengerjakannya.
Tapi aku merasa frustasi karna aku hanya bisa melakukan sebagian kecil dari bisnis kami. Aku merasa putus asa, merasa tidak berguna karna aku tidak bisa mengambil alih bisnis kami sepenuhnya ya Bapa. Kadang aku kasihan melihat suamiku yg bekerja mati-matian diluar sedangkan aku hanya molor dirumah.
Bapa, kiranya berilah aku semangat. Tunjukkan apa yg harus aku lakukan untuk memebsarkan bisnis kami. Berikan aku kebijaksanaan dan pengetahuan untuk belajar lebih mengenai bisnis kami. AKu ingin bangga dengan diriku sendiri, ingin merasa berarti dan menjadi bagian terbesar dalam bisnis kami. Aku ingin bisa menunjukkan bahwa aku juga bekerja mencari uang dan tidak hanya duduk duduk saja tanpa menghasilkan sesuatu.
Kami punya banyak keinginan Bapa. Kami ingin dapat punya rumah suatu hari, tapi rasanya mustahil jika penghasilan kami yg pas-pasan seperti ini. Apa yg dapat aku lakukan ya Bapa, supaya aku dapat membantu meningkatkan penghasilan kami. Aku sedih Bapa, sedih sekali…….
berikankanlah aku jalan, berikan aku arahan dan tuntunan, jalan mana yg terbaik untukku.
Aku hana percaya bahwa Bapa mengontrol segala sesuatu, bahwa ada waktu untuk segala sesuatu dibawah langit.
Aku hanya ingin mencurahkan segala kesedihanku Bapa…… begitu banyak keinginan, dan harapan didalam hatiku. Keinginan untuk membantu keluarga yg membutuhkan. Bapa tahu apa yg ada didalam hatiku. Dan aku hanya meyerahkan ini kedalam tangan Bapa dengan rendah hati, karna aku tidak tahu apa yg harus aku perbuat ya Bapa.
Aku mencintai Bapa
Putrimu-
Selamat malam Bapa. Apa khabar Bapa hari ini.
Hari ini hari yang panjang dan melelahkan Bapa. Pagi-pagi aku mengantar E ke dokter untuk membuka perban dilengannya. Oh yea, aku lupa crita bahwa minggu yg lalu E operasi mindahin syaraf lengan yg berpindah posisi. Kemudian kami round and round cari joy stick dan mouse (yg ujung-ujungnya gak ketemu). Alhasil, kami telat ke eye appointement yg janjinya jam satu. Appointement diundur jadi jam 3. Kemudian ada masalah dengan asuransi dan so on. Dari perkiraan satu jam, molor jadi 3 jam. Rencana untuk ke BOA dan rotate tires jadi gak jadi. Well!! itulah hidup. Kadang apa yg di rencanakan selalu beda dengan kenyataan.
Hari ini aku khawatir lagi ya Bapa. Kami menghabiskan duit lagi untuk beli kaca mata baru buat E dan examination. Baru sajah aku cek saving account kami, dan kayaknya tuh duit gak nambah nambah. Rencanaku kami bisa nabung 2k tiap bulan, tapi kayaknya gak bisa. Selalu sajah ada pengeluaran yg gak direncanakan.
Semenjak E dirumah seminggu ini, kami selalu makan diluar. Itu pengeluaran terbesar. Inginnya gak usah khawatir akan masa depan. Tapi tetap saja kita perlu wise kan Bapa?
Bapa, aku hanya ingin kami punya duit di bank cukup. Kayaknya semakin aku pikirkan semakin aku khawatir. Kadang aku takut, kalau terjadi apa-apa dengan E, bagaimana dengan diriku. Aku tidak punya pengalaman kerja disini. Bagaimana denganku? bagaimana aku akan menghidupi diriku? Apakah aku harus pulang balik kenegaraku.
Bapa, aku takut sekali. Itulah alasan mengapa aku ingin bekerja. Kau takut, takut sekali Bapa. Maafkan aku Bapa, jika imanku sangat kecil hari ini. Aku ketakutan luar biasa.
Bapa, berjanjilah untuk tidak meninggalkan aku. Aku takut dalam kemiskinan. Aku takut merasakan waktu saat pertama aku tiba disini.
Berjanjiah Bapa, untuk selalu bersamaku dan E. Bapa, berjanjilah jika Bapa ingin memanggil kami, panggillah kami berdua dalam waktu yg bersamaan, suapay tidak ada satu diantara kami yg tertinggal. Bapa, kasihanilah aku. Aku meminta dari dasar hati yg paling dalam dan aku percaya bahwa Bapa, Allah yg penuh penuh belas kasihan dan kasih setia. Bapa, aku yakin Bapa mengerti apa yg aku rasakan saat ini.
Berikanlah kiranya aku ketenangan, damai dalam hati. Bapa yg menyediakan segala sesuatu. Bapa yg memelihara kami. Bapa yg mampu melakukan segala sesuatu jauh dari apa yg kami mintakan dan doakan.
Aku hanya ingin menyerahkan ketakutanku ini Bapa. Bapa janganlah tinggalkan kami.
I love you Bapa-
Oke mari kita mulai mengevaluasi. Dari semua keinginan yg aku tulis kemarin-kemarin, ada beberapa item yg sudah terpenuhi. Terimakasih Bapa.
There are a few other things that I really need to do and have for the house by this Spring
- 1. Barstools
Sebenarnya kami dah punya barstools, cuman kayaknya aku dah bosan ama barstools yg warna hitam itu. Gak matchy-matchy ama dekorasi rumah. Aku sudah mencoba menaruh iklan di craigslist, tapi masih belum ada pembelinya. Semoga saja ada yang berminat. God’s will. Tolong ya Bapa.

- 2.Mencat ruang tamu dan office. Warnanya sudah ketemu, hanya aku perlu waktu untuk mencatnya. Saat ini kayaknya belum bisa karna cuaca dingin. Jadi mungkin ntar awal-awal Spring.
Catnya Lazy boy atau apa yah namanya. Warnanya Ontario Blue, dan another ligh blue hue.
Selamat malam Bapa,
Apa khabar Bapa hari ini. Aku kangen dengan Bapa dan ingin curhat tentang perasaanku sepanjang hari ini. Aku baik-baik saja, hanya sedikit feeling blue.
Kemarin siang aku melihat dari jendela rumah, tetanggaku yg berkebangsaan India baru pulang dari bekerja. Setiap kali aku melihat orang pulang bekerja, aku merasa sangat sedih. Rasanya ada sesuatu yg mereka bisa banggakan. Sedangkan aku, aku merasa tidak ada yg bisa aku banggakan dalam hidupku saat ini. Aku hanya tinggal dirumah, menghitung hari-hariku. Anak tidak punya. Kegiatanku yg rutin, bangun pagi jam 9, antar suami kepintu dan balik tidur. Bangun 11 atau 12, start bekerja membersihkan rumah. Cek email, browsing. Kadang, ketika malam tiba aku sering melihat kebelakang dan bertanya, apa yg telah aku lakukan sepanjang hari ini?
Bapa, aku ingin mencari uang selama aku masih mampu bekerja dan selama aku masih muda. Aku punya segudang rencana, aku ingin kaya suatu hari. Tapi bagaimana mungkin aku bisa kaya ya Bapa, jika aku hanya tinggal dirumah, do nothing. Bapa sendiri tahu bahwa aku seorang pekerja keras. Aku ingin membantu banyak orang. Aku ingin membantu ayah dan ibuku.
Bapa, kemarin malam aku terbangun, dan ada perasaan dingin menyelimuti tubuh dan pikiranku. Sekali lagi aku bertanya pada diriku, akan jadi apakah aku suatu hari?. Apakah kehidupanku akan seperti ini setiap hari sampai aku tua nanti. Tinggal dirumah, do nothing, bolak balik antara internet, tv. Aku telah menjadi bosan melihat TV dan browse internet yg hanya itu itu saja sepanjang hari.
Bapa aku hanya sedih, aku sering merasa diri tidak berarti. Ketika aku melihat orang lain bekerja, sedangkan aku hanya tinggal dirumah dengan pajamas dan pakaianku yg kotor. Kadang aku malas mandi. Aku merasa tidak punya semangat. Aku bosan tinggal dirumah. Aku ingin bekerja seperti orang orang lain. Rasanya hidupku seperti orang yg sangat pemalas, gak berarti dan tidak menghasilkan apa-apa. Hanya menghabiskan saja.
Bapa, aku minta maaf Bapa. Aku tidak mengeluh. Aku hanya ingin membagi perasaanku. Dulu, balik sewaktu aku masih bekerja di Jakarta, setiap malam ketika aku pulang kerumah, disepanjang lorong menuju rumahku, aku menantap kelangit dan berdoa. “Aku letih Bapa. Jika aku bisa berhenti bekerja”.
Terimakasih Bapa telah memberikan kesempatan ini, Bapa mendengarkan suara hatiku. Tidak layak aku mengeluh setelah apa yg Bapa berikan bagiku. Maafkan aku Bapa. Maafkan aku.
Bapa, kiranya Bapa menuntun hidupku. Tuntunlah aku diajalanMu ya Bapa. Aku hanya percaya bahwa ada waktu untuk segala sesuatu dibawah langit. Bapa mempunyai rencana yg indah untukku. Berikan aku kekuatan, kesabaran, dan semangat untuk melakukan segala sesuatu. Membantu bisnis suami dirumah, meskipun hal itu sangat membosankan kadang.
Tunjukkanlah jalanMu bagiku ya Bapa. Aku tidak punya kemampuan apa-apa Bapa dan aku hanya pasrah. Pasrah sepenuhnya kepada kehendak Bapa.
Aku mencintai Bapa-
Salam dari putriMu
Aku hanya berharaap Bapa tidak salah mengerti dengan keluhanku. Aku hanya ingin merasa berarti dalam hidupku. Aku hanya ingin punya makna dalam hidupku.
Selamat malam Bapa,
Bapa aku ingin confess mengenai keinginanku. Aku mengerti mungkin Bapa gak suka jika aku punya keinginan ini, karena dalam Injil ada tertulis bahwa manusia tidak bisa berbakti kepada 2 tuan, mamon dan Bapa.
Please jangan marah ya Bapa. Aku akan tetap berbakti kepada Bapa bagimanapun juga. Bapa yang mengetahu apa yg ada didalam hatiku. Bapa mengetahui segala sesuatu yg ada didalam roh dan batinku.
Ini hanyalah keinginan, cita-cita yg ingin aku raih suatu hari. Cita-cita bisa setinggi langit tapi tetap Bapa saja yg punya kuasa untuk mengabulkannya atau tidak.
Bapa, aku agak malu mengutarakannya, keinginanaku yaitu aku ingin sekali kami kaya suatu hari. Aku ingin kami bisa punya banyak tabungan, punya rumah yg cukup besar dan lumayan. Punya uang simpanan untuk hari tua.
tapi apakah mungkin??? kayaknya gak mungkin, makanya aku hanya bisa menyimpannya saja dalam hati.
Oke Bapa… kami mau pergi tidur sekarang. Terimakasih untuk hari ini. Hari ini hari ultahku yg ke36. Terimakasih untuk segala berkat dan anugerah yg telah Bapa berikan hari ini dan hari hari yg lalu. Ampunilah dosa kami sepanjang hari ini ya Bapa. Kami akan menutup hari ini dan menyerahkan segala sesuatunya, segala harta dan milik yg Bapa titipkan bagi kami. Segenap jiwa dan raga kedalam tangan Bapa.
Selamat malam Bapa, salam sayang selalu dari anakmu. Peluk cium untuk Bapa.
YYYEEEEEEEEEEEEEEEEEEEYYY!!!!!!…… akhirnya aku bisa juga beli ottoman dan dinning table yg aku damba-dambakan. Senang deh rasanya punya barang bagus.
Rumah sekarang keliaatan cool.
Aku masih nunggu sleepcover yg aku order dari Brylanehome. Mudah-mudahan fix perfectly di couch kami yg rada gede. Warnanya natural. Next apa lagi ya yang pengen aku beli tuk rumah.
oke let’s think…
1. Drapes (masih bingung milih antara, biru, putih ato ivory). Oke ini nih de snapshotnya

2. Curtains

okeh, kita liat deh. Kayaknya bakal aku beli deh. Klo suasana rumah bagus kan hati juga jadi damai. Itu yg penting kan?
Aku ingin beli ottoman yg sekaligus berfungsi sebagai coffee table. Sebenarnya dah dari dulu aku pengen beli cuman gak punya duit. Lagian kata suamiku kan rumah kecil, dia maunya bisa lari lari bebas dirumah tanpa ada gangguan furniture.
Tapi hari ini aku liat ada sale. Dari harga $250 jadi $180. Lumayan kan $60 . Jadinya aku gag bisa tidur. Pengen banget beli tuh ottoman. Siwael juga tuh Citicard. Mana neh giftcard guwa. lama amat sih ngirimnya.
Ini neh poto ottomannya. Klo liat langsung sih jauh lebih oke
Klo suamiku mau, hari ini kita bisa ke Target. Tapi klo enggak, mudah-mudahan hari Senin, ottomannya masih ada.