Jun
27

Selamat malam Bapa,

Apa khabar Bapa malam ini? Bapa, aku mau minta maaf. Bebarapa hari yang lalu aku agak kesal karna aku tidak mendapat telpon dari BBT. Sepertinya aku trauma berat ya Bapa. Trauma akan kegagalan yg sering terjadi in the past yang membuat aku takut dalam segala hal.

Aku minta maaf karna aku mencoba bertindak sendiri minggu lalu tanpa membiarkan Bapa meyelesaikan segala sesuatu. Saking takutnya aku menelpon ke HR.
Keesokan harinya aku dapat offer letter. Aku sangat gembira sekali, tapi aku masih takut untuk bergembira ria, karena segala sesuatu dapat berubah dalam sekejap. Aku sungguh-sungguh ingin pekerjaan itu ya Bapa. Hari kamis aku pergi ke kantor polisi untuk finger print dan drug test.
Aku mengirimkan dokumen kembali hari Jumat.

Tapi ya Bapa, sampai hari ini aku belum mendengar khabar dari mereka. Lagi-lagi aku tergoda untuk khawatir. Jangan-jangan hasil standard background checkku gagal.
Bapa, aku tidak mau takabur makanya aku tidak ingin memberitahukan kepada keluarga mengenai hal ini. Aku ingin menunggu sampai aku effective mulai bekerja.
Bapa, aku hanya memohon semoga hasil background checkku baik-baik saja dan aku akan mendapatkan surat mengenai kapan effective aku mulai bekerja.

Bapa bantulah aku untuk menghilangkan ketakutanku. Berikan aku kepercayaan, bahwa Bapa akan menyelesaikan apa yg Bapa mulai. Tolonglah ya Bapa… berikan aku kepercayaan untuk meletakkan seluruh pengharapan dan keinginanku didalam tangan Bapa. Karena Bapa tahu yg terbaik bagiku.

Salam sayang anakMU
Aku



No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Sorry, the comment form is closed at this time.