May
17

Bapa,

Aku baru saja menelpon ayah dan ibu. Hari ini libur di sana. Ada banyak keluarga yg datang mengunjungi ibu dan papa. Om, tante, dan kakakku laki-laki dan perempuan serta ponakan ponakanku.
Bapa, hatiku sedih sekali mendengar bahwa uda dalam kesulitan besar saat ini. Dia sedang terbelit utang. Dan sedihnya Ari sudah kurus karna memikirkannya. Aku sedih sekali Bapa. Aku sangat sayang dengan dia. AKu ingin dia bahagia. Sepertinya dia selalu menderita sejak lahir. Aku seddddddddddddddddddddih sekali. Hatiku menangis mendengarnya.

Bapa, seandainya aku punya pekerjaan saat ini, aku ingin sekali membantu menyelesaikan utang uda. Aku ingin sekali membantunya. Aku sedih Bapa, sedih sekali. Sampai saat ini aku masih belum mendapatkan pekerjaan. Aku bingung mengapa aku tidak dapat-dapat pekerjaan. Apakah aku tidak layak untuk dapat pekerjaan. Apa yang salah denganku sehingga tak satu perusahaan tertarik denganku. Hatiku sangat sedih Bapa.

Setiap kali aku melihat orang lain pergi bekerja, aku merasa rendah diri. Bapa, kasihanilah aku. Berikan aku kesempatan dan bukakan pintu untuk pekerjaan. Aku ingin sekali bekerja, aku ingin membantu keluargaku Bapa. Bapa tahu apa niat yg terdalam dari keinginanku untuk bekerja.

Bapa, kasihanilah aku, dengan sangat rendah hati aku memohon, dari tempat yg paling rendah. Pandanglah kiranya anakMu yg berdiri disini. Dengarkan panggilanku Bapa. Kasihanilah aku. Aku tahu bahwa tidak layak aku meminta kepada Bapa, tapi kepada siapa lagi aku harus meminta. Aku tidak bisa apa-apa Bapa. kasihanilah aku Bapa. Bukakanlah pintu itu bagiku. Bantulah aku Bapa, apa yg dapat aku lakukan untuk keluargaku.

Aku kasihan dengan suamiku yg bekerja keras. Aku tidak ingin membebankan keluargaku kepadanya. Keluargaku sangat butuh bantuanku Bapa. Kasihanilah aku Bapa. Aku putus asa….



No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Sorry, the comment form is closed at this time.