Selamat Siang Bapa
Hari ini cuaca agak panas.
Bapa, hari ini hatiku resah lagi. Setiap kali aku memikirkan pekerjaan, hatiku menjadi sangat sedih saja. Aku merasa tidak berguna. Kemarin Titik membalas email aku dan dia mengatakankan bahwa dia senang bisa bekerja. Senang Dapat gaji dan mengirimkan uang lebih ke orang tuanya. AKu sedih kenapa aku masih belum mendapatkan pekerjaan. Aku sudah meposted resume aku ke search engine dan career builder.
Aku sadar bahwa aku tidak mempunyai kemampuan apapun juga. Hidupku hanya bergantung kepada Bapa sepenuhnya. Aku tidak punya keahlian khusus dan Bapa tau bahwa kompetisi sangat besar sekali. Hanya kepada Bapa saja aku bisa manaruhkan segala harapanku.
Bapa, berikanlah aku kesabaran dan ketabahan. Aku ingin sekali bekerja, menerima gaji setiap bulannya. Aku ingin merasakan bekerja di sini. Aku ingin mengirim uang lebih kepada papa dan ibu. Aku ingin membuat mereka bangga dan senang ya Bapa. Kasihanilah aku ya Bapa. Berikan aku kesempatan. Bukakanlah kiranya pintu itu bagiku. Tapi bukan kehendakku yang terjadi tapi biarlah hanya kehendakMu saja yg jadi.
Berikan aku kekuatan, ketabahan, dan kesabaran untuk menunggu waktu Bapa. Bantu aku untuk tidak sedih dan percaya bahwa ini yg terbaik bagiku. Menunggu untuk suatu rencana yg besar. Kadang aku berpikir, apakah aku akan tinggal dirumah seumur hidupku Bapa. Apakah aku akan diam dirumah sepanjang hari seperti ini. AKu merasa membuang buang waktu. AKu merasa orang lain mentertawaiku dan menganggap aku malas. Mungkin papa dan ibu berpikiran seperti itu juga.
Bapa… kasihanilah aku. Aku meminta dengan sangat kepadaMU. Dari hati yg paling dalam dan dari tempat yg terendah. Kasihanilah puteriMu.
Salam sayangku untuk Bapa-
No comments yet.
RSS feed for comments on this post.
Sorry, the comment form is closed at this time.