Selamat malam Bapa,
Rasanya sudah lama sekali aku gag nulis surat ke Bapa. Tapi kan kita selalu berkomunikasi terus setiap saat. Pertama-tama aku ingin mengucapkan terimakasih yg luar biasa besar untuk pekerjaan yg Bapa berikan. Bapa tahu bahwa aku gag bisa berjalan sendirian, aku gag punya kemampuan apa-apa. Semuanya hanya karna Bapa. Hanya kemurahan dan cinta Bapa.
Bapa sudah hampir sebulan ini aku bekerja. Eniwe, aku dah trima gaji pertama. Cihuuuii!! senang banget rasanya. Aku dah kirim uang buat ibu dan ayah. Sedikit lebih bulan ini, yah itung-itung traktir gaji pertama. Aku juga kirim uang dikit buat bantu keponakanku. Aku hanya berharap aku dapat membantu dia menyelesaikan kuliahnya. Karna dialah satu-satunya harapan keluarga kakakku. Pakailah aku sebagai alatMU ya Bapa. Tuntunlah aku untuk menjadi berkat bagi orang lain.
Oh yeaa kembali ke pekerjaan, sebanarnya aku sangat senang sekali di perusahaan ini. All the benefits are really good. Aku tak dapat meminta lebih dari ini.
Bapa, tapi ada satu hal yg mengganjal hati dan pikiranku. Ada seorang rekan kerja yg aku benar-benar merasa tidak nyaman jika berada didekatnya. Spiritku seperti berteriak ketika melihat dia atau berada didekatnya. Ada sesuatu yg aneh dan jahat tersimpan didalam dirinya. Seorang yg bermanis mulut tapi akan menusuk dari belakang pada saat yg bersamaan.
Tadinya aku tidak percaya ketika 2 rekan kerja lainya menceritakan ketidaksukaan mereka terhadap TA. Mereka meminta aku untuk berhati-hati terhadap TA. Baik dalam berbicara dsb.
Karna dia type orang yg seperti singa lapar siap menangkap mangsanya atu mencari-cari kesalahan orang lain untuk dilaporkan ke manager.
Awalnya aku tidak percaya tapi sekarang aku percaya karna aku merasakannya sendiri. Aku hanya tidak mengerti akan dirinya. Kadang dia manis, kadang dia bisa kelihatan evil banget. Kadang dia tidak mau berbicara denganku, or kadang mukanya asem kecut sekali. Sepertinya kemanisannya tidak wajar. Dia berusaha tapi hati selalu berbicara.
Bapa aku tahu bahwa Bapa selalu mengajarkan untuk mencintai orang lain. Aku tidak benci dengan TA Bapa, hanya aku merasa tidak nyaman saja. Selama 2 minggu aku berusaha untuk manis dengannya , mencari pembicaraan, tapi aku letih. Aku ingin relationship yg wajar. Kadang ketika aku berangkat kerja, ada perasaaan enggan jika aku harus memikirkan ttg dia. AKu tidak suka terperangkap dalam situasi yg dingin. Aku orang yg selalu happy, tapi jika responnya dingin aku akan menjadi dingin juga. Dan itu yg aku tidak suka.
Bapa aku tidak ingin mengeluh terus. Aku hanya percaya bahwa Bapa punya rencana yg indah buatku disini. Aku hanya minta berikan aku kekuatan. Rubahlah hati TA, bantulah kami unruk bersahabat lebih baik. Lembutkanlah hatinya.
Masalahnya ya Bapa, manager tahunya dia orang yg super baik. Tapi disisi lainnya dia akan menghalalkan segala cara untuk memenangkan boss. Dan boss mendengarkan dia.
Bapa, bantulah aku Bapa, bantu aku untuk tidak patah semangat dengan situasi ini. Berikan aku kepercayaan diri untuk menjadi pembawa cinta kasih. Untuk membawa Engkau didalam situasi seperti ini.
Hmmm…….. masih banyak yg ingin aku curhatkan ttg pekerjaanku Bapa.
Oh yeaa sedikit hint. Hari ini aku menangis Bapa. Aku mau bercakap-cakap dengan Bapa lewat doa. Aku akan teruskan curhatan ini besok.
I love you soooo much Bapa,
PuteriMu