Bapa,
Aku baru saja menelpon ayah dan ibu. Hari ini libur di sana. Ada banyak keluarga yg datang mengunjungi ibu dan papa. Om, tante, dan kakakku laki-laki dan perempuan serta ponakan ponakanku.
Bapa, hatiku sedih sekali mendengar bahwa uda dalam kesulitan besar saat ini. Dia sedang terbelit utang. Dan sedihnya Ari sudah kurus karna memikirkannya. Aku sedih sekali Bapa. Aku sangat sayang dengan dia. AKu ingin dia bahagia. Sepertinya dia selalu menderita sejak lahir. Aku seddddddddddddddddddddih sekali. Hatiku menangis mendengarnya.
Bapa, seandainya aku punya pekerjaan saat ini, aku ingin sekali membantu menyelesaikan utang uda. Aku ingin sekali membantunya. Aku sedih Bapa, sedih sekali. Sampai saat ini aku masih belum mendapatkan pekerjaan. Aku bingung mengapa aku tidak dapat-dapat pekerjaan. Apakah aku tidak layak untuk dapat pekerjaan. Apa yang salah denganku sehingga tak satu perusahaan tertarik denganku. Hatiku sangat sedih Bapa.
Setiap kali aku melihat orang lain pergi bekerja, aku merasa rendah diri. Bapa, kasihanilah aku. Berikan aku kesempatan dan bukakan pintu untuk pekerjaan. Aku ingin sekali bekerja, aku ingin membantu keluargaku Bapa. Bapa tahu apa niat yg terdalam dari keinginanku untuk bekerja.
Bapa, kasihanilah aku, dengan sangat rendah hati aku memohon, dari tempat yg paling rendah. Pandanglah kiranya anakMu yg berdiri disini. Dengarkan panggilanku Bapa. Kasihanilah aku. Aku tahu bahwa tidak layak aku meminta kepada Bapa, tapi kepada siapa lagi aku harus meminta. Aku tidak bisa apa-apa Bapa. kasihanilah aku Bapa. Bukakanlah pintu itu bagiku. Bantulah aku Bapa, apa yg dapat aku lakukan untuk keluargaku.
Aku kasihan dengan suamiku yg bekerja keras. Aku tidak ingin membebankan keluargaku kepadanya. Keluargaku sangat butuh bantuanku Bapa. Kasihanilah aku Bapa. Aku putus asa….
Selamat Siang Bapa
Hari ini cuaca agak panas.
Bapa, hari ini hatiku resah lagi. Setiap kali aku memikirkan pekerjaan, hatiku menjadi sangat sedih saja. Aku merasa tidak berguna. Kemarin Titik membalas email aku dan dia mengatakankan bahwa dia senang bisa bekerja. Senang Dapat gaji dan mengirimkan uang lebih ke orang tuanya. AKu sedih kenapa aku masih belum mendapatkan pekerjaan. Aku sudah meposted resume aku ke search engine dan career builder.
Aku sadar bahwa aku tidak mempunyai kemampuan apapun juga. Hidupku hanya bergantung kepada Bapa sepenuhnya. Aku tidak punya keahlian khusus dan Bapa tau bahwa kompetisi sangat besar sekali. Hanya kepada Bapa saja aku bisa manaruhkan segala harapanku.
Bapa, berikanlah aku kesabaran dan ketabahan. Aku ingin sekali bekerja, menerima gaji setiap bulannya. Aku ingin merasakan bekerja di sini. Aku ingin mengirim uang lebih kepada papa dan ibu. Aku ingin membuat mereka bangga dan senang ya Bapa. Kasihanilah aku ya Bapa. Berikan aku kesempatan. Bukakanlah kiranya pintu itu bagiku. Tapi bukan kehendakku yang terjadi tapi biarlah hanya kehendakMu saja yg jadi.
Berikan aku kekuatan, ketabahan, dan kesabaran untuk menunggu waktu Bapa. Bantu aku untuk tidak sedih dan percaya bahwa ini yg terbaik bagiku. Menunggu untuk suatu rencana yg besar. Kadang aku berpikir, apakah aku akan tinggal dirumah seumur hidupku Bapa. Apakah aku akan diam dirumah sepanjang hari seperti ini. AKu merasa membuang buang waktu. AKu merasa orang lain mentertawaiku dan menganggap aku malas. Mungkin papa dan ibu berpikiran seperti itu juga.
Bapa… kasihanilah aku. Aku meminta dengan sangat kepadaMU. Dari hati yg paling dalam dan dari tempat yg terendah. Kasihanilah puteriMu.
Salam sayangku untuk Bapa-
Selamat malam Bapa, apa khabar Bapa hari ini?
Aku mau mengucapkan terimakasih yg sangat banyak untuk perlindungan Bapa sepanjang hari ini.
Terimakasih untuk mengabulkan doaku mengenai ketakutanku mengendarai mobil ketempat interview. Hari ini aku mengendari mobil dengan lancar, mulus tanpa halangan satu halpun. Aku juga dapat parkir yg bagus.
Cuman dari pembicaraan aku dengan recruiter tadi siang, dia tidak menjamin kalau aku akan diinterview. Hatiku sedikit sedih sih, karna kemarin kami menghabiskan $200 untuk beli business suit.
Bapa, kadang ketika aku melihat orang-orang pergi bekerja, hatiku sedih. Aku ingin bekerja kembali ya Bapa. AKu rindu mendapat gaji setiap bulan. Aku ingin sekali berkerja Bapa. ingin sekali. Aku ingin kami bisa beli rumah, aku ingin dapat membantu ibu dan papa. Aku ingin mengirimkan mereka $5000 yg mereka inginkan. Kadang aku merasa putus asa. AKu sedih.
Aku sadar bahwa tanpa bantuan Bapa, mustahil aku akan mendapatkan pekerjaan. Hanya Bapa yg mampu memebrikan aku kesempatan. Hanya Bapa yang mampu membukakan pintu bagi ku.
Kasihanilah aku Bapa, kasihanilah aku. Berikan aku kesempatan. tapi biarlah kesempatan itu sesuai dengan kehendakMu. Aku sedih Bapa. Sedih aja. Aku ingin sekali membahagiakan pa dan ibu. Aku ingin sekali mereka bangga kepadaku. Aku ingin sekali dapat membantu mereka lebih dari apa yg aku berikan saat ini.
Bapa, kirannya, bukankanlah pintu itu bagi ku. Bimbinglah aku ya Bapa, dan tuntunlah aku kepada pekerjaan yg Bapa kehendaki aku harus lakukan. Aku ingin bekerja ya Bapa. Aku sedih Bapa, sedih…Titik dan Yulie sudah bekerja tapi aku masih nganggur dan tinggal dirumah saja seharian. aku merasa nothing ya Bapa. Jika aku bekerja kami dapat income lebih. Mungkin kami bisa beli rumah suatu hari.
Bapa, aku percaya bahwa Bapa medengarkan segala doa-doaku dari atas sana. Berikanlah kiranya aku ketabahan dan kesabaran untuk menunggu waktu Bapa. Bapa tidak perah terlambat dan tidak pernah terlalu cepat. Bapa selalu ONTIME. Bapa hanya ajarlah aku untuk sabar, sabar and wait patient for YOU.
Salam sayang dari anakmu
Aku-
Selamat pagi Bapa
Apa khabar Bapa hari ini?
Bapa, hari Senin aku ada interview dengan recruiter. Aku sendiri belum tahu interview untuk posisi apa tepatnya. Yang aku tahu recruiter itu adalah direct recruiter dan posisi itu adalah untuk Fidelity Bank di Sandy Spring dan Marietta.
Bapa, kemarin aku berpikir jika aku bisa bekerja si Fidelity Bank di Sandy Spring, tepatnya di pojok dekat Target, wah!! aku gag tahu mo bilang apa. Wah!! hanya itu yg dapat aku katakan. Terus terang aku ingiiiiiiiiiiiin sekali bekerja di perusahaan yg bagus dan dekat sekali dengan rumah. Bapa kan tahu aku orangnya penakut. Aku takut mengemudi jauh jauh.
Bapa seandainya aku dapat bekerja disana………… aku gag akan bisa membayangkan. Hanya kemurahan Bapa saja yg akan bisa megabulkan permohonanku. Mukzizat dari Bapa.
Sepanjang hari ini aku terus berpikir mengenai interview itu. Kendalaku yg terbesar adalah Bahasa Inggrisku. Bahasa Inggrisku sangatlah belepotan. Aku takut aku tidak bisa menjawab pertanyaan karna masalah bahasa. Bapa, kadang aku merasa minder sendiri dan tidak percaya diri. Kadang aku malu karna aku tidak bisa berbahasa Inggris dengan lancar. Aku sedih Bapa.
Hanya satu hal yg menguatkanku dan memberiku pengharapan bahwa jika Bapa membukakan pintu maka tak seorangpun akan dapat menutupnya. Entah itu karna bahasa, kemampuan dsb. Bapa akan memampukan segala sesuatu agar kehendak Bapa terlaksana.
Seprti Bapa memberikan kemampuan kepada Moses untuk berbicara dan menuntun bangsa Israel. Dia yang tidak mempunyai kemampuan apapun, dia tidak pandai berbicara, tapi Bapa menggunakan dia untuk sesuatu yg luar biasa besar.
Kehidupan bagiku adalah sebuah misi. Aku hanya bersandar kepada Bapa dan menunggu kapan Bapa menyuruhku pergi untuk sebuah/ another mission. Selesai misi yg satu datang misi yg lain.
Bapa, aku memohon dengan sangat kepada Bapa, dari dalam hati yg paling dalam, dari tempat yg terendah, kiranya Bapa menuntun aku dalam interview yg akan aku lakukan minggu depan.
Berikanlah kata-kata yg tepat dalam mulutku ya Bapa. Berikan aku kemampuan untuk menjawab semua pertanyaan yg diajukan kepadaku. Biarkan kepercayaan diri terpancar dari wajah, batin, jiwa dan tubuhku.
Janganlah biarkan aku takut dan taruhlah kepercayaan itu dalam hatiku bahwa hanya Bapa yg berkuasa untuk segala sesuatu. Hanya Bapa yg berkuasa untuk memutuskan segala sesuatu, tidak manusia, a manajer or recruiter. Mereka hanya alat. Keputusan terakhir adalah dari Bapa, Allah yg besar dan berkuasa, di langit dan di bumi. Bapa yg menciptakan segala sesuatu dari ujung ke ujung. Hanya BAPA saja.
Tanamkanlah pikiran itu dalam hati dan pikiranku, sehingga aku tidak merasa rendah diri, takut dan tidak percaya diri dalam menghadapi interviewer. Janganlah biarkan mereka merendahkan aku ya Bapa. Berikan aku kebijaksanaan, cahaya yang terpancar diwajahku. Dan tidak ada seorangpun yang dapat menghina aku jika BAPA bersamaku. Segala sesuatu dapat kulakukan bersama Bapa yg diam didalam aku. Jika Bapa memanggil tak satupun yg tidak datang. Angin dan guntur takut akan hardikan Bapa. karna begtu besar dan mulianya Bapa.
Aku hanya memberikan segala harapan dan doaku hanya bagi Bapa. Segala keputusan ada ditangan Bapa. Dan Bapa menyayangi aku.
Aku sangat mencintai Bapa- salam dari puterimu-
aku