Selamat malam Bapa. Apa khabar Bapa hari ini.
Hari ini hari yang panjang dan melelahkan Bapa. Pagi-pagi aku mengantar E ke dokter untuk membuka perban dilengannya. Oh yea, aku lupa crita bahwa minggu yg lalu E operasi mindahin syaraf lengan yg berpindah posisi. Kemudian kami round and round cari joy stick dan mouse (yg ujung-ujungnya gak ketemu). Alhasil, kami telat ke eye appointement yg janjinya jam satu. Appointement diundur jadi jam 3. Kemudian ada masalah dengan asuransi dan so on. Dari perkiraan satu jam, molor jadi 3 jam. Rencana untuk ke BOA dan rotate tires jadi gak jadi. Well!! itulah hidup. Kadang apa yg di rencanakan selalu beda dengan kenyataan.
Hari ini aku khawatir lagi ya Bapa. Kami menghabiskan duit lagi untuk beli kaca mata baru buat E dan examination. Baru sajah aku cek saving account kami, dan kayaknya tuh duit gak nambah nambah. Rencanaku kami bisa nabung 2k tiap bulan, tapi kayaknya gak bisa. Selalu sajah ada pengeluaran yg gak direncanakan.
Semenjak E dirumah seminggu ini, kami selalu makan diluar. Itu pengeluaran terbesar. Inginnya gak usah khawatir akan masa depan. Tapi tetap saja kita perlu wise kan Bapa?
Bapa, aku hanya ingin kami punya duit di bank cukup. Kayaknya semakin aku pikirkan semakin aku khawatir. Kadang aku takut, kalau terjadi apa-apa dengan E, bagaimana dengan diriku. Aku tidak punya pengalaman kerja disini. Bagaimana denganku? bagaimana aku akan menghidupi diriku? Apakah aku harus pulang balik kenegaraku.
Bapa, aku takut sekali. Itulah alasan mengapa aku ingin bekerja. Kau takut, takut sekali Bapa. Maafkan aku Bapa, jika imanku sangat kecil hari ini. Aku ketakutan luar biasa.
Bapa, berjanjilah untuk tidak meninggalkan aku. Aku takut dalam kemiskinan. Aku takut merasakan waktu saat pertama aku tiba disini.
Berjanjiah Bapa, untuk selalu bersamaku dan E. Bapa, berjanjilah jika Bapa ingin memanggil kami, panggillah kami berdua dalam waktu yg bersamaan, suapay tidak ada satu diantara kami yg tertinggal. Bapa, kasihanilah aku. Aku meminta dari dasar hati yg paling dalam dan aku percaya bahwa Bapa, Allah yg penuh penuh belas kasihan dan kasih setia. Bapa, aku yakin Bapa mengerti apa yg aku rasakan saat ini.
Berikanlah kiranya aku ketenangan, damai dalam hati. Bapa yg menyediakan segala sesuatu. Bapa yg memelihara kami. Bapa yg mampu melakukan segala sesuatu jauh dari apa yg kami mintakan dan doakan.
Aku hanya ingin menyerahkan ketakutanku ini Bapa. Bapa janganlah tinggalkan kami.
I love you Bapa-